Rumusan tentang pengertian IPS telah banyak
dikemukakan oleh para ahli IPS
atau social studies. Di sekolah-sekolah Amerika
pengajaran IPS dikenal
dengan social studies. Jadi, istilah IPS
merupakan terjemahan social studies.
Dengan demikian IPS dapat diartikan dengan
“penelaahan atau kajian tentang
masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru
dapat melakukan kajian dari
berbagai perspektif sosial, seperti kajian
melalui pengajaran sejarah, geografi,
ekonomi, sosiologi, antropologi,
politik-pemerintahan, dan aspek psikologi
sosial yang disederhanakan untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas
tentang IPS, maka penting untuk
dikemukakan beberapa pengertian social studies
dan IPS menurut para ahli :
· Edgar
B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences
simplified for paedagogieal purposes in school.
The social studies consist
of geografy history, economic, sociology,
civics and various combination
of these subjects.
· John
Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
elementary school curriculum draw
subject-matter content from the social
science, history, sociology, political science,
social psychology,
philosophy, antropology, and economic. The
social studies have been
defined as “ those portion of the social
science... selected for instructional
purposes”
Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan
di Amerika Serikat oleh
beberapa tokoh pendidikan terkenal.
Pengembangan IPS di Indonesia banyak
mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat
yang dikembangkan di
Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan
penanganannya dikembangkan
sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan
aspirasi masyarakat Indonesia. Hal
ini didasarkan pada realitas, gejala, dan
problem sosial yang menjadi kajian
IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain.
Setiap negara memiliki
perkembangan dan model pengembangan social
studies yang berbeda.
2. Tujuan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
1. IPS mempersiapkan siswa untuk studi
lanjut dibidang sosial science, mata pelajaran seperti sejarah, geografi,
ekonomi, dan antropologi budaya haruslah diberikan lepas-lepas sebagai vak
tersendiri. Mata pelajaran IPS yang terpecah-pecah tadi tak memerlukan usaha
peramuan bagian-bagian dari mata pelajaran lain
2. IPS hakikatnya merupakan suatu
kompromi antara 1 dan 2 tersebut di atas.Sebagai suatu penyederhanaan dan
penyaringan terhadap ilmu-ilmu sosial, dengan kemampuan dan daya tangkap.
3. IPS yang mempelajari closed areas atau
masalah-masalah sosial yamg pantas untuk dibicarakan dimuka umum. Bahannya
menyangkut macam-macam misalnya ekonomi, pengetahuan sampai politik dadi sosial
sampai kultural. Biar
berlatih berpikir demokrat.
4. IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan
yang baik. Dalam konteks
budaya melalui pengolahan secara ilmiah dan psikologis yang tepat.
5. Menurut pedoman khusus Bidang Studi
IPS, tujuan bidang studi tersebut, yaitu dengan materi dipilih. Kegiatan belajar
dan pembelajaran IPS mengarah kepada 2 hal.
a. Nilai-nilai dan sikap hidup
yang dikandung oleh pancasila atau UUD 1945 secara dasar dan intersif
ditanamkan kepada siswa sehingga terpupuk kemauan dan tekad untuk hidup
bertanggung jawab demi keselamatan diri, bangsa, negara, dan tanah air.
b. Mengajarkan
konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan,
pedagogis, dan psikologis.
6. Mengembangkan
kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan
keterampilan sosial membangun komitmen dan kesadaran terhadap
nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
7. Meningkatkan
kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik
secara nasional maupun global.
Semoga Bermanfaat :D
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar