Senin, 26 September 2016

Tugas Softskill Peng. Teknologi Sistem Cerdas


TUGAS KELOMPOK SOFTSKILL
VIRTUAL REALITY



                              

KELOMPOK 2 KELAS 3KA05:

Bhaskoro Adi                                                              12114153
Bramantio Galih Arintoko                                          12114219
Calvin Ardiansyah Hamid                                          12114271
Calvin Bertnando P.                                                   12114272
Dede Fansuri                                                               12114611
Dewi Maharani Wisnu P.                                            12114878
Didi Nur Adiyanto                                                     13114058
Dini Haniastuti                                                            13114181
Fajar Nur Ikhwan                                                        13114867




JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ABSTRAKSI
            Virtual Reality atau yang lebih popular dengan sebutan VR(baca:Vi-ar) merupakan salah satu contoh dari banyak sekali teknologi terbarukan yang tercipta pada zaman ini. Sesuai dengan namanya yang mengandung arti realitas maya, alat ini menampilkan visualisasi sebuah suasana yang didalamnya kita dapat berinteraksi dengan dukungan beberapa alat seperti headset untuk pengaruh suara dan walker yang bisa membuat visualisasi dari VR bergerak sesuai langkah kita juga glove sebagai alat media untuk tangan kita berinteraksi dengan apa yang di visualisasikan oleh VR. Visualisasi tersebut ada pada helm(seperti kacamata googling) dengan kaca nya sebagai layar penampil.
            VR sendiri bukan tanpa riwayat, ada beberapa “rancang awal” yang menginspirasi hadirnya VR sekarang ini. Mulai dari tahun 1950-an dimana tercipta sensorama oleh Morton Heilig, dan dikembangkan pembuatan peta Aspen tahun 1977 oleh MIT yang dimana user dapat berinteraksi dengan visualisasi kota Aspen dengan pilihan musim. Dalam perkembangannya, VR juga memberi dampak positif diberbagai bidang tapi juga tak lepas dari hal negative seperti pornografi.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang    
Dewasa ini, penemuan alat-alat canggih banyak tercipta dengan menggagas ide utama sebagai alat bantu dalam bekerja ataupun Hiburan. Untuk hal hiburan, VR (Virtual Reality) menjadi salah satu yang terdepan. Alat yang berfungsi sebagai visualisasi maya ini dinilai sangat bisa menghibur, bukan hanya pada konten namun juga dengan fitur dan interaksinya.
            VR membuat seolah-olah user masuk kedalam suatu suasana visual dengan dukungan suara dan yang juga membuat user tertarik adalah user dapat melakukan interaksi dalam suasana visuall tersebut seperti berjalan, dimana user melihat visualisasi dari VR jugaikut berjalan sesuai dengan langkahnya dan juga ada alat berupa glove yang membuat kita bisa seolah-olah dapat menyentuh apapun yang divisualisasikan oleh VR.
            Sejak VR muncul, ada banyak sekali manfaat di berbagai bidang diantaranya pada bidang media, ekonomi, militer, otomotif,dll. Namun, VR juga tak lepas dari hal-hal negative seperti pornografi,



2. Rumusan Masalah
            1. Apa itu VR?
            2. Bagaimana sejarah VR?
            3. Apa saja konten dalam VR?
            4. Apa saja manfaat dan dampak negative dari VR?
3. Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan Makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang Virtual Reality mulai dari pengertian, sejarah, isi, dan manfaat juga dampat negative dari Virtual Reality dan juga mengajak pembaca untuk dapat menggunakan VR ini dengan bijak.

ISI

1.      Pengertian dan Sejarah
Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi.
Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.