Minggu, 15 November 2015

Percakapan tentang Seminar

Keterangan :
A             : Abdul Aziz Muttaqien
D             : Dede Fansuri
F              : Fauzan Ichwan Nur Pratama
T              : Tubagus Anugrah Prasetya


A             :”Hey De, apa kabar?”
D             :“Baik Am, kalau kamu gimana?”
A             :“Baik Alhamdulillah De”
D             :”Kamu mendengar informasi tentang seminar di Gunadarma?”
A             :“Belum tahu De”
                (Tiba – tiba ada Tebe dan Fauzan dating menghampiri Dede dan Aam)
F              :”Hey, lagi asik ngobrol kayanya nih?”
A & D     :”Iya nih”
A             :”Eh be darimana?”
T              :”Abis sholat am sama Fauzan, kalian sudah sholat?”
D             :”Udah kok be”
A             :”Ohiya, kalian dengar informasi tentang seminar yang diadakan kampus nggak?”
T              :”Oh kalau itu, Fauzan yang lebih tahu”
A             :”Zan, jadi seminar yang diadakan oleh kampus itu seperti apa?”
F              :”Jadi Seminar yang diadakan oleh kampus itu tentang IT, tadi aku sama Tebe habis dari ke        stand untuk pendaftaran seminar, jadi kalian akan dijelaskan keuntungan dan kerugian 
                   dari Kecanggihan Teknologi”
T              :”Kalian juga bisa bertanya kepada pembicara, seputar Teknologi dan peluang kerja di     
                   bidang jadi kalian tertarik untuk mengikuti seminar?”
A             :”Kalau aku ikut, soalnya itu baik untuk menambah wawasan biar aku menang duel otak”
D             :”Hahaha, boleh juga tuh, batas akhir pendaftarannya tanggal berapa ya?”
T              :”Sampai akhir Desember, jadi masih ada waktu kok”
F              :”Iya bener tuh kata tebe”
D             :”Kalau harga tiket masuknya berapa?
F              :”Sekitar Rp 50.000 beserta sertifikat seminarnya”
A             :”Oke nanti aku dan Dede ke stand untuk daftar mengikuti seminar”
T              :”Oh ya sudah, lebih cepat lebih baik soalnya kuotanya terbatas”             
D             :”Oke be dan Fauzan, makasih ya atas informasinya”
T & F      :”Sama – sama”


Kamis, 12 November 2015

Cara Berkomunikasi yang Baik

Setiap hari, didalam aktivitas yang kita lakukan pasti ada kumikasi di dalamnya. Dimanapun, kapanpun kita pasti akan berkomunikasi, kemampuan komunikasi yang baik pasti sangat penting dalam kehidupan, pendidikan, pekerjaan. Banyak orang yang mengabaikan akan komunikasi yang baik, bahkan sebagian orang ada yang berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang tidak baik yang menyebabkan lawan berbicara kita bisa tersinggung. Cara komunikasi seseorang itu juga akan menentukan bagaimana sikap atau prilaku dari orang tersebut. Tak ada orang yang tidak pernah berkomunikasi, disini saya akan memberikan sedikit tulisan tentang cara berkomunikasi yang baik :

1. Hargai siapapun yang berkomunikasi dengan kita
Hargailah siapapun lawan komunikasi kita, sebagai contoh jangan terlalu sering membuka atau melihat ponsel ketika berbicara karena ini akan menyebabkan lwan bicara jadi malas untuk melanjutkan komunikasi.

2. Lakukan kontak mata
memandang orang lain saat kita ajak bicara ini akan membuat interaksi menjadi berhasil. Kontak mata menunjukkan ketertarikan dan membuat lawan bicara juga tertarik.

3. Bicara dengan bahsa yang sopan dan santun
Dengan siapapun kita berkomunikasi, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sopan walaupun kita berbicara dengan orang yang lebih kecil dari.

4.  Tetap bicara pada pokok pembahasan
ketika berbicara tetaplah pada pokok pembahasan yang dibahas, jangan melompat dari pokok pembahasan, karena itu akan membuat kesalahpahaman.

5. Gunakanlah volume suara yang sesuai
Bicaralah dengan suara yang lembut ketika berbicara dengan sedikit orang atau di ruang yang kecil dan besarkan volume ketika sedang bicara di ruang yang besar.

Sekian tulisan singkat saya ini, semoga kita semua dapat berkomunikasi dengan baik dalam kehidupan sehari hari dan tidak membuat orang lain sakit hati.

Jumat, 06 November 2015

Tugas Individu Teori Organisasi Umum (KOMUNIKASI)

1. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan
dan orang lain.

2. FUNGSI KOMUNIKASI

a. Menginformasikan (to inform)
Komunikasi dapat menginformasikan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran dan tingkah laku orang lain, serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain.

b. Mendidik (to educated)
Komunikasi merupakan sarana pendidikan. Dengan komunikasi, manusia dapat menyampaikan ide dan pikirannya kepada orang lain, sehingga orang lain mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.

c. Menghibur (to entertain)
Komunikasi selain berguna untuk menyampaikan komunikasi, pendidikan dan mempengaruhi juga berfungsi untuk menyampaikan hiburan atau menghibur orang lain.

d. Mempengaruhi (to influence)
Komunikasi dapat mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha saling mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan lebih jauh lagi berusaha merubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan yang diharapkan.

3. CONTOH KOMUNIKASI VERBAL

Rabu, 07 Oktober 2015

Organisasi dalam kehidupan sehari-hari

Sepertinya kata organisasi tidak lagi aneh ditelinga kita, dalam kehidupan sehari hari manusia pada umumnya tidak lepas dari organisasi. Organiasi sendiri adalah kumpulan beberapa orang yang aling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam organisasi mempunyai struktur, yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara , dan lain lain.

Banyak organisasi yang ada di dalam kehidupan kita sehari hari, ada organiasi yang positif bahkan ada juga organisasi yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Contoh organisasi yang ada di masyarakat seperti Karang taruna, remaja mesjid dan masih banyak lagi. Di lingkungan kampus juga banyak sekali organisasi seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Himpunan, MAPALA, dan ada juga organisasi anak anak minang yang disebut IMMG.

Nah, disini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya di IMMG, IMMg adalah kepanjangan dari Ikatan Mahasiswa Minangkabau Gunadarma. Di IMMG lah para perantau minang berkumpul dan menjadi sebuah keluarga di tanah rantau.

Setiap tahunnya IMMG mengadakan gathering untuk menyambut para punggawa IMMG yang baru, pada gathering ini kita berkumpul dan saling mengenal. Setelah melakukan gathering maka akan diadakan lagi Malam Keakraban. Banyak lagi kegiatan yang dilakukan seperti latihan futal, badminton, mendaki gunung dan masih banyak lagi.


Intinya dimana pun kita berada, organisasi itu pasti ada dan sangat banyak sekali pengalaman yang didapatkan dari organisasi, Sekian dulu coretan saya yang singkat ini!..

Rabu, 30 September 2015

TOU Minggu Ke1 (Tugas Individu)

1. Pengertian Organisasi

Organisasi adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi satu sama lain yang bekerja sama untuk tujuan bersama.

2. Sebab Timbulnya Kelompok

1. Alasan Keamanan
Dengan bergabungnya dalam suatu kelompok, individu dapat mengurangi ketidakamanan diri-sendiri. Orang-orang meras lebih kuat, ragu-ragu lebih sedikit, dan lebih tahan terhadap ancaman karena merupakan bagian dari suatu kelompok

2. Alasan Status
Dapat dipandang penting, karena akan memberikan pengakuan.

3. Alasan Penghargaan-Diri
Disamping memberikan status, dapat pula memberikan perasaan harga diri.

4. Alasan Pertalian
Kelompok dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial (interaksi).

5. Alasan Kekuasaan
Sesuatu yang tidak dapat dicapai secara individu sering menjadi mungkin lewat tindakan kelompok, sebab ada kekuatan dalam banyak orang.

6. Alasan Pencapaian Tujuan

Sering ketika diperlukan harus menggunakan lebih dari satu orang, maka menejemen mengandalkan menggunakan kelompok formal.

3. Salah Satu Bentuk Organisasi

Organisasi Intra Sekolah (OSIS)

Adalah suatu bentuk organisasi yang berada di sekolah yang bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dari para siswa,
OSIS juga melaksanakan semua kegiatan yang ada di sekolah seperti classmeeting,upacara dan kegiatan yang lain.





Kamis, 12 Februari 2015

Agama dan Masyarakat

1.      Fungsi Agama
·         Fungsi agama dalam masyarakat
- Sumber pedoman hidup
- Mengatur tata cara hubungan manusia dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia
- Tuntunan tentang kebenaran atau kesalahan
- Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
- Pedoman untuk menanamkan keyakian
- Pedoman keberadaan
- Pengungkapan estetika (keindahan)
- Pedoman untuk rekreasi dan hiburan
- Memberikan identitas pada manusia sebagai umat suatu agama
        Dimensi komitmen agama
Menurut Roland Robertson dimensi komitmen agama terbagi menjadi:
-          Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/ harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
-          Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
-          Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.
-          Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.
-          Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu
2.      Pelembagaan agama

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

1.      Ilmu Pengetahuan

         Pengertian ilmu pengetahuan, Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

         4 sikap ilmiah :
-          Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif.
-          Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
-          Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
-          Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

2.      Teknologi

         Pengertian teknologi, teknologi adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan penciptaan dan penggunaan sarana teknis dan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan.

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

1. Perbedaan kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
             -          Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain        
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
             -          Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.


Syarat-syarat menjadi masyarakat
1.      Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
2.      Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
3.      Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju
          pada kepentingan dan tujuan bersama.

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
– Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Warga Negara dan Negara

Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas  Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.
Pengertian Hukum
Istilah hukum berasal dari Bahasa Arab : HUK'MUN yang artinya menetapkan. Arti hukum dalam bahasa Arab ini mirip dengan pengertian hukum yang dikembangkan oleh kajian dalam teori hukum, ilmu hukum dan sebagian studi-studi sosial mengenai hukum.

Hukum sendiri menetapkan tingkah laku mana yang dibolehkan, dilarang atau disuruh untuk dilakukan. Hukum juga dinilai sebagai norma yang mengkualifikasi peristiwa atau kenyataan tertentu menjadi peristiwa atau kenyataan yang memiliki akibat hukum.

Pemuda dan Sosialisasi

1.     Internalisasi Belajar dan Spesialisasi

1.1    Pengertian Pemuda



Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.

Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

1.2    Pengertian Sosialisasi

Pengertian sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan – internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.

1.3    Internalisasi Belajar Dan Sosialisasi

Kedua kata atau istilah internalisasi dan Sosialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi (mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum). 

Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan sosialisasi adalah suatu proses yang mempelajari tentang norma-norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya di lingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi di dalam lingkungan masyarakat, maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.

1.4    Proses Sosialisasi
Melalui proses sosialisasi, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi di titikberatkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari.

Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang di berbagai lomba.
“Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.
Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar

1.5    Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia